KENDARI – Universitas Mandala Waluya, melalui Unit Suara Mahasiswa, secara resmi meluncurkan Program Mentoring Akademik Terpadu (PMAT) pada Rabu, 16 April 2026. Inisiatif strategis ini dirancang untuk meningkatkan kualitas pembelajaran mahasiswa dan mengurangi tingkat keterlambatan akademik di lingkungan kampus.
Program yang digawangi langsung oleh Unit Suara Mahasiswa sebagai lembaga representasi mahasiswa terbesar di Universitas Mandala Waluya ini menandai babak baru dalam komitmen institusi terhadap kesuksesan akademik mahasiswanya. Dengan melibatkan lebih dari 150 mentor berpengalaman dari berbagai jurusan, PMAT diharapkan dapat menjangkau sekitar 2.000 mahasiswa dalam tahun akademik 2025/2026.
Latar Belakang Program dan Urgensinya
Berdasarkan data internal Universitas Mandala Waluya yang dikumpulkan selama dua tahun terakhir, terdapat peningkatan signifikan dalam jumlah mahasiswa yang mengalami kesulitan akademik. Dari 8.500 mahasiswa aktif, sekitar 18 persen atau 1.530 mahasiswa dilaporkan memiliki indeks prestasi kumulatif (IPK) di bawah 2,5 pada akhir semester ganjil tahun akademik 2025/2026.
Fenomena ini mendorong Unit Suara Mahasiswa untuk melakukan survei mendalam terhadap 500 responden mahasiswa dari berbagai fakultas. Hasil survei menunjukkan bahwa 42 persen mahasiswa kesulitan dalam memahami materi perkuliahan, 35 persen mengalami kesulitan manajemen waktu antara kegiatan akademik dan organisasi, serta 23 persen membutuhkan bimbingan khusus dalam metode belajar yang efektif.
“Kami menemukan bahwa banyak mahasiswa yang sebenarnya memiliki potensi tinggi, tetapi mereka mengalami hambatan dalam proses pembelajaran. Masalah ini tidak hanya berdampak pada nilai akademik, tetapi juga pada kepercayaan diri dan motivasi belajar mereka,” ujar Nabila Putri Andini, Ketua Unit Suara Mahasiswa Universitas Mandala Waluya, dalam acara peluncuran program yang dihadiri oleh ratusan mahasiswa di aula utama kampus.
Mekanisme Pelaksanaan PMAT
Program Mentoring Akademik Terpadu dirancang dengan sistem yang komprehensif dan terstruktur. Setiap mahasiswa yang mendaftar akan dipasangkan dengan seorang mentor yang berasal dari tingkat yang lebih tinggi dan memiliki keunggulan akademik. Mentor dipilih berdasarkan kriteria ketat, termasuk IPK minimal 3,2, kemampuan komunikasi yang baik, dan motivasi tinggi untuk membantu sesama mahasiswa.
Sesi mentoring dilaksanakan dalam berbagai format untuk memenuhi kebutuhan yang beragam. Format tersebut mencakup sesi tatap muka mingguan di perpustakaan kampus, konsultasi online melalui platform learning management system universitas, sesi kelompok diskusi setiap dua minggu, dan workshop tematik yang diselenggarakan setiap bulan.
“Kami juga menyediakan platform digital khusus yang memudahkan mahasiswa dan mentor untuk terhubung. Platform ini dilengkapi dengan fitur penjadwalan otomatis, perpustakaan materi belajar, kuis interaktif, dan forum diskusi yang dapat diakses 24 jam sehari,” penjelasan Rizki Santoso, Koordinator Program PMAT dan mahasiswa semester 7 jurusan Sistem Informasi.
Cakupan materi mentoring mencakup pemahaman konsep dasar mata kuliah, strategi menghadapi ujian, teknik presentasi, penulisan karya ilmiah, hingga pengembangan keterampilan soft skill. Mentor juga dilatih untuk menidentifikasi mahasiswa dengan kebutuhan khusus, seperti learning disability atau isu kesehatan mental yang mempengaruhi performa akademik.
Dukungan Penuh dari Pimpinan Universitas
Peluncuran PMAT tidak akan dapat terlaksana tanpa dukungan penuh dari pimpinan Universitas Mandala Waluya. Prof. Dr. Husen Alatas, M.Si., Rektor Universitas Mandala Waluya, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Unit Suara Mahasiswa ini.
“Program ini merupakan wujud nyata dari visi universitas untuk menciptakan ekosistem pembelajaran yang inklusif dan mendukung kesuksesan setiap mahasiswa. Saya sangat berterima kasih kepada Unit Suara Mahasiswa yang telah mengidentifikasi kebutuhan ini dan merancang solusi yang komprehensif,” kata Prof. Dr. Husen Alatas dalam sambutannya pada acara peluncuran.
Rektor lebih lanjut menekankan bahwa universitas telah mengalokasikan anggaran khusus untuk mendukung operasional PMAT, termasuk penyediaan ruang belajar, honorarium untuk mentor, dan pembiayaan untuk pengembangan platform digital yang digunakan.
Sementara itu, Dr. Winda Sartika, Wakil Rektor Bidang Akademik, menyampaikan bahwa Program Mentoring Akademik Terpadu sejalan dengan rencana strategis universitas untuk peningkatan mutu pembelajaran. “Kami percaya bahwa mentoring merupakan salah satu metode pembelajaran paling efektif. Dengan program ini, kami mengharapkan terjadi peningkatan rata-rata IPK mahasiswa sebesar 0,5 poin dalam dua tahun ke depan,” ujar Dr. Winda Sartika.
Testimoni dan Harapan Mahasiswa
Antusiasme mahasiswa terhadap peluncuran PMAT sangat tinggi. Dalam pendaftaran awal yang dibuka tiga hari sebelum acara resmi, sudah tercatat 1.800 mahasiswa dari berbagai tingkat semester yang mendaftar menjadi peserta program.
Muhammad Ihsan Syaiful, mahasiswa semester 3 jurusan Teknik Sipil, menjadi salah satu peserta pendaftar awal. Dia mengakui bahwa mengikuti perkuliahan dengan sistem yang berbeda dari sekolah menengah memberikan tantangan tersendiri. “Saya sempat merasa tertinggal di awal semester, terutama dalam mata kuliah Kalkulus dan Fisika Dasar. Ketika mendengar tentang program mentoring ini, saya langsung mendaftar. Saya berharap dengan bimbingan dari mentor yang lebih berpengalaman, saya bisa lebih memahami materi dan meningkatkan nilai saya,” ungkap Ihsan dengan antusias.
Tidak hanya dari peserta, kepercayaan juga datang dari para mentor yang terpilih. Fitriana Nurrahma, mahasiswa semester 6 jurusan Pendidikan Biologi, terpilih sebagai salah satu mentor di program ini. Dia melihat ini sebagai kesempatan untuk memberikan dampak positif. “Saya pernah merasakan kesulitan akademik juga. Alhamdulillah, saya memiliki senior yang membantu dan itu membuat perbedaan besar. Sekarang saya ingin melakukan hal yang sama untuk junior saya,” kata Fitriana dengan penuh semangat.
Strategi Monitoring dan Evaluasi
Unit Suara Mahasiswa telah merancang mekanisme monitoring yang ketat untuk memastikan kualitas pelaksanaan PMAT. Setiap mentor diwajibkan untuk membuat laporan mingguan mengenai progress mentee mereka, termasuk kemajuan akademik, tantangan yang dihadapi, dan strategi yang diterapkan.
“Kami juga akan melakukan evaluasi berkala setiap bulan dengan melibatkan mentor, peserta, dan pihak akademik universitas. Data yang dikumpulkan akan dianalisis untuk terus melakukan perbaikan dan penyesuaian program,” jelaskan Nabila Putri Andini.
Universitas juga melibatkan Biro Registrasi dan Akademik untuk melakukan monitoring terhadap perubahan IPK peserta PMAT secara berkala. Target awal yang ditetapkan adalah peningkatan rata-rata IPK peserta sebesar minimal 0,3 poin dalam satu semester pertama pelaksanaan program.
Harapan dan Target Jangka Panjang
Meskipun baru diluncurkan, Unit Suara Mahasiswa sudah memiliki visi jangka panjang yang ambisius untuk program ini. Dalam roadmap pengembangan yang dipresentasikan pada acara peluncuran, terdapat rencana untuk memperluas PMAT ke berbagai dimensi pembelajaran yang lebih luas.
“Dalam enam bulan ke depan, kami ingin menambahkan modul-modul khusus seperti mentoring karir, mentoring untuk persiapan sertifikasi profesional, dan mentoring untuk mahasiswa berprestasi yang ingin mengikuti kompetisi akademik tingkat nasional,” ungkap Rizki Santoso.
Lebih lanjut, Unit Suara Mahasiswa juga berencana untuk mengintegrasikan PMAT dengan program-program lain yang sudah berjalan di universitas, seperti program beasiswa prestasi, program penghargaan mahasiswa berprestasi, dan program akselerasi akademik bagi mahasiswa berbakat.
“Kami juga membuka peluang untuk mengajak fakultas-fakultas dan jurusan untuk mengembangkan program mentoring spesifik yang disesuaikan dengan karakteristik disiplin ilmu mereka,” tambah Nabila.
Dampak Jangka Panjang untuk Ekosistem Akademik
Para akademisi memandang peluncuran PMAT sebagai langkah progresif yang dapat memberikan dampak positif bagi ekosistem akademik Universitas Mandala Waluya. Prof. Dr. Husen Alatas melihat ini sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan reputasi universitas.
“Program seperti ini tidak hanya meningkatkan prestasi akademik mahasiswa, tetapi juga membangun budaya pembelajaran yang kolaboratif dan saling mendukung. Ini adalah fondasi untuk menciptakan lulusan yang tidak hanya akademis berkualitas, tetapi juga memiliki soft skill dan character yang kuat,” papar Rektor tersebut.
Dr. Winda Sartika juga menekankan pentingnya peer learning dalam konteks pembelajaran modern. “Penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa sering lebih terbuka berbicara dengan teman sebaya mereka dibandingkan dengan dosen. Mentoring peer-to-peer seperti ini menciptakan safe space untuk belajar dan berkembang,” katanya.
Penutup
Peluncuran Program Mentoring Akademik Terpadu oleh Unit Suara Mahasiswa Universitas Mandala Waluya pada 16 April 2026 menandai komitmen serius institusi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan kesuksesan mahasiswa. Dengan melibatkan 150 mentor, mencakup 2.000 peserta, dan didukung penuh oleh pimpinan universitas, program ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan prestasi akademik mahasiswa.
Inisiatif ini juga menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki peran aktif dan konstruktif dalam meningkatkan kualitas akademik universitas mereka. Unit Suara Mahasiswa telah membuktikan bahwa mereka bukan hanya badan representasi, tetapi juga agent of change dalam ekosistem pendidikan.
Seiring dengan diluncurkannya PMAT, Universitas Mandala Waluya bersiap memasuki fase baru yang lebih student-centered dan kolaboratif. Apakah program ini mampu mencapai target ambisius yang telah ditetapkan, tentu akan menjadi sorotan bagi komunitas akademik. Namun, antusiasme awal yang ditunjukkan oleh mahasiswa dan dukungan pimpinan universitas memberikan harapan bahwa Program Mentoring Akademik Terpadu akan menjadi model pembelajaran yang berkelanjutan dan berdampak positif bagi generasi mahasiswa Universitas Mandala Waluya ke depannya.
—
Ditulis oleh: Tim Jurnalis Kampus Universitas Mandala Waluya
Kendari, 16 April 2026