KENDARI — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan berbagai organisasi mahasiswa Universitas Mandala Waluya secara resmi meluncurkan Program Advokasi Sosial Terpadu (PAST) pada Jumat, 04 April 2026, di Aula Serbaguna Kampus Utama. Inisiatif komprehensif ini dirancang untuk meningkatkan peran mahasiswa dalam pemberdayaan masyarakat lokal dan penyelesaian isu-isu sosial yang berkembang di Kota Kendari dan sekitarnya.
Program yang melibatkan kurang lebih 15 organisasi mahasiswa ini menawarkan berbagai kegiatan mulai dari pendidikan gratis bagi anak-anak kurang mampu, advokasi hak-hak buruh, hingga kampanye penyadaran lingkungan hidup. Peluncuran PAST menandai komitmen serius Unit Suara Mahasiswa Universitas Mandala Waluya untuk menjadi katalis perubahan sosial yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
### Latar Belakang Program dan Visi Advokasi
Universitas Mandala Waluya, sebagai institusi pendidikan tinggi terkemuka di Sulawesi Tenggara, telah menjadi pusat pengembangan sumber daya manusia berkualitas selama beberapa dekade. Kehadiran ribuan mahasiswa dari berbagai program studi menciptakan potensi besar untuk kontribusi nyata terhadap pembangunan masyarakat. Akan tetapi, Unit Suara Mahasiswa merasakan adanya kebutuhan koordinasi yang lebih sistematis dalam menjalankan program-program advokasi sosial.
Menurut sejarah organisasi, BEM Universitas Mandila Waluya telah menggelar berbagai kegiatan sosial secara mandiri sejak 1998. Namun, fragmentasi program antara berbagai organisasi mahasiswa dinilai mengurangi efektivitas dampak yang dihasilkan. Dari hasil diskusi internal selama enam bulan terakhir, para pemimpin organisasi mahasiswa sepakat bahwa diperlukan sinergi yang lebih kuat dan terkoordinasi untuk memaksimalkan potensi mahasiswa.
“Kami menyadari bahwa mahasiswa memiliki energi, kreativitas, dan idealisme yang luar biasa. Namun, tanpa koordinasi yang baik, potensi tersebut sering tersesat dalam berbagai inisiatif kecil yang tidak terukur dampaknya,” ujar Rizki Pratama, Ketua BEM Universitas Mandala Waluya periode 2025/2026, dalam kesempatan wawancara khusus pada akhir Maret 2026.
Program Advokasi Sosial Terpadu lahir sebagai hasil dari visi bersama untuk menciptakan gerakan mahasiswa yang lebih profesional, terukur, dan berdampak nyata. Dengan pendekatan holistik, PAST menggabungkan kekuatan berbagai organisasi seperti HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan) dari berbagai fakultas, Organisasi Kepemudaan, Unit Kerja Advokasi, hingga Kelompok Studi Sosial.
### Struktur dan Komponen Program PAST
Program Advokasi Sosial Terpadu terbagi menjadi lima pilar utama yang masing-masing memiliki koordinator dan target spesifik. Pertama adalah Pilar Pendidikan dan Literasi, yang fokus pada pemberian akses pendidikan berkualitas kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu di Kendari. Program ini mencakup les gratis, penyediaan buku pelajaran, dan pembinaan keterampilan dasar bagi anak-anak putus sekolah.
Pilar kedua adalah Advokasi Hak Pekerja dan Ekonomi Kerakyatan. Dalam pilar ini, mahasiswa melakukan pendampingan kepada kelompok pekerja informal, UMKM, dan koperasi untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang hak-hak dasar pekerja, sertifikasi usaha, dan akses ke pendanaan mikro. Kelompok ini juga akan melakukan dokumentasi dan advokasi terhadap praktik-praktik buruh eksploitatif yang masih terjadi di kawasan industri Kendari.
Pilar ketiga bernama Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat. Organisasi medis dan kesehatan mahasiswa akan menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan gratis, edukasi tentang pola hidup sehat, serta advokasi akses kesehatan bagi komunitas terpencil. Program ini juga mencakup pelatihan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) untuk berbagai kelompok masyarakat.
Pilar keempat adalah Lingkungan Hidup dan Keberlanjutan. Mahasiswa dari program studi lingkungan, teknik, dan sains akan melaksanakan program penghijauan, edukasi manajemen sampah, konservasi mangrove di pesisir Kendari, dan advokasi terhadap pencemaran lingkungan. Target program ini adalah menanam tidak kurang dari 5.000 pohon dalam tahun akademik 2025/2026.
Terakhir, Pilar kelima adalah Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Melalui pilar ini, mahasiswa akan memberikan pelatihan keterampilan untuk perempuan pengrajin tradisional, advokasi terhadap kekerasan berbasis gender, pendidikan seksualitas yang aman bagi remaja, dan perlindungan hak-hak anak di wilayah perkotaan dan pedesaan.
### Keterlibatan Organisasi Mahasiswa dan Mekanisme Koordinasi
Kesuksesan PAST bergantung pada keterlibatan aktif berbagai organisasi mahasiswa di Universitas Mandala Waluya. Setidaknya 15 organisasi telah menandatangani memorandum kesepahaman untuk mendukung program ini. Organisasi-organisasi tersebut meliputi BEM sebagai koordinator utama, HMJ dari Fakultas Pendidikan, HMJ Fakultas Teknik, HMJ Fakultas Kesehatan, HMJ Fakultas Hukum, Organisasi Lingkungan Hidup, Kelompok Pecinta Alam, Forum Mahasiswa Perempuan, Organisasi Mahasiswa Kristen, Organisasi Mahasiswa Islam, Kelompok Studi Seni Budaya, dan beberapa kelompok studi lainnya.
Untuk memastikan koordinasi yang efektif, BEM membentuk Komite Pelaksana PAST yang terdiri dari satu koordinator umum, lima koordinator pilar, dan perwakilan dari setiap organisasi terlibat. Mekanisme koordinasi dilakukan melalui rapat rutin mingguan, sistem pelaporan digital menggunakan aplikasi manajemen proyek, dan evaluasi bulanan yang melibatkan semua stakeholder.
“Sistem koordinasi yang ketat ini penting untuk menghindari duplikasi program dan memastikan setiap organisasi berkontribusi sesuai keahlian dan kapasitasnya,” jelas Siti Nurhaliza, Koordinator Pilar Pendidikan dan Literasi PAST, dalam pertemuan pers di Kantor BEM pada 02 April 2026.
Selain itu, Program Advokasi Sosial Terpadu juga menetapkan indikator kinerja utama (KPI) yang jelas dan terukur untuk setiap pilar. KPI ini mencakup jumlah penerima manfaat, kualitas program, kepuasan masyarakat penerima, dan dampak jangka panjang yang terukur. Transparansi laporan keuangan dan kegiatan juga menjadi aspek krusial untuk membangun kepercayaan publik.
### Dukungan Institusional dan Apresiasi Pimpinan Kampus
Peluncuran resmi PAST pada 04 April 2026 dihadiri oleh berbagai pimpinan dan dosen Universitas Mandala Waluya, termasuk Rektor, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Dekan-dekan Fakultas, serta perwakilan dari berbagai lembaga eksternal seperti Pemerintah Kota Kendari dan organisasi non-pemerintah lokal.
Rektor Universitas Mandala Waluya, Prof. Dr. Bambang Suryanto, M.Sc., memberikan sambutan yang sangat apresiatif terhadap inisiatif mahasiswa ini. “Program Advokasi Sosial Terpadu yang diluncurkan hari ini adalah wujud nyata dari misi universitas kami untuk tidak hanya menghasilkan lulusan yang kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Saya percaya bahwa para mahasiswa ini akan menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi masyarakat Kendari,” kata Prof. Bambang dalam pidatonya di Aula Serbaguna.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Dr. Hapsari Dewi, S.Pd., M.Ed., menambahkan bahwa universitas akan memberikan dukungan penuh, mulai dari fasilitas, pendanaan awal, hingga akses ke jaringan institusional. “Universitas telah mengalokasikan dana dari APBU tahun 2026 sebesar Rp 250 juta untuk mendukung operasional PAST. Kami juga terbuka untuk mencari dukungan tambahan dari stakeholder eksternal,” terang Dr. Hapsari.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Kendari, Drs. Sukarman, juga menyambut baik inisiatif mahasiswa Universitas Mandala Waluya ini. Dalam sambutannya, beliau mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota siap berkolaborasi dalam berbagai aspek program, khususnya dalam hal data sosial masyarakat dan akses ke komunitas yang membutuhkan. “Kami melihat potensi besar dari kerjasama ini untuk mempercepat pencapaian target pembangunan sosial Kota Kendari,” ujar Drs. Sukarman.
### Perencanaan Implementasi dan Jadwal Kegiatan
Implementasi PAST dijadwalkan secara bertahap mulai dari April 2026 hingga Februari 2027, dengan fase persiapan yang telah dimulai sejak Januari 2026. Fase pertama (April-Mei 2026) fokus pada rekrutmen dan pelatihan volunteer mahasiswa, serta survei kebutuhan masyarakat di lokasi-lokasi target. Fase kedua (Juni-November 2026) merupakan pelaksanaan program utama dengan intensitas kegiatan yang tinggi. Fase terakhir (Desember 2026-Februari 2027) adalah evaluasi mendalam dan perencanaan keberlanjutan program untuk tahun akademik berikutnya.
Untuk pilar pendidikan, target awal adalah memberikan les gratis kepada minimal 200 anak kurang mampu di tiga kelurahan pilihan di Kendari. Setiap anak akan mendapatkan bimbingan minimal dua kali per minggu selama enam bulan. Pilar kesehatan menargetkan pemeriksaan kesehatan gratis untuk 500 orang di lokasi-lokasi terpilih. Sementara itu, pilar lingkungan menargetkan penanaman 5.000 pohon dan pembersihan pantai/sungai sebanyak 12 kali dalam setahun.
### Tantangan dan Rencana Mitigasi
Meskipun visi PAST sangat luhur, para pemimpin organisasi mahasiswa juga mengakui adanya berbagai tantangan yang perlu dihadapi. Rizki Pratama mengidentifikasi beberapa tantangan utama, di antaranya adalah keterbatasan sumber daya manusia, mengingat mahasiswa juga memiliki beban akademik yang signifikan. Tantangan lain termasuk volatilitas organisasi mahasiswa yang berganti setiap tahun, sehingga diperlukan mekanisme transfer pengetahuan yang baik.
“Untuk mengatasinya, kami telah merancang sistem dokumentasi yang komprehensif dan mentorship yang ketat dari generasi senior kepada junior. Kami juga melakukan manajemen beban dengan cara melibatkan mahasiswa dari berbagai tingkat akademik, sehingga tidak semua beban tertumpu pada mahasiswa senior,” jelas Siti Nurhaliza.
Tantangan finansial juga menjadi perhatian, meskipun telah ada alokasi dana dari universitas. Para pemimpin organisasi sudah menyiapkan strategi fundraising melalui kerjasama dengan berbagai pihak, baik swasta maupun organisasi internasional yang peduli dengan pemberdayaan sosial.
### Harapan dan Visi Jangka Panjang
Para penggagas PAST memiliki visi jangka panjang yang ambisius namun realistis. Mereka berharap bahwa program ini tidak hanya berjalan selama satu tahun akademik, tetapi menjadi institusi permanen dalam ekosistem organisasi mahasiswa Universitas Mandala Waluya. Dalam lima tahun ke depan, mereka membayangkan PAST telah menyentuh kehidupan ribuan masyarakat Kendari dan menciptakan gerakan sosial yang berkelanjutan dengan melibatkan alumni dan komunitas lokal.
“Kami ingin menciptakan budaya advokasi sosial yang menjadi bagian integral dari identitas mahasiswa Universitas Mandala Waluya. Setiap mahasiswa yang lulus dari kampus ini diharapkan memiliki komitmen kuat terhadap perubahan sosial di masyarakat mereka,” ungkap Rizki Pratama dengan penuh antusiasme.
### Penutup
Program Advokasi Sosial Terpadu yang diluncurkan pada 04 April 2026 ini merepresentasikan evolusi penting dalam gerakan mahasiswa di Universitas Mandala Waluya. Dengan menggabungkan kekuatan berbagai organisasi mahasiswa, mendapatkan dukungan institusional yang solid, dan memiliki roadmap yang jelas, PAST memiliki potensi besar untuk memberikan dampak sosial yang signifikan bagi masyarakat Kendari.
Keberhasilan program ini juga akan menunjukkan bahwa mahasiswa bukan hanya konsumen pengetahuan akademik, tetapi juga agen perubahan sosial yang berkontribusi nyata terhadap pembangunan berkelanjutan. Sebagai lembaga pendidikan tinggi, Universitas Mandala Waluya dengan Program Advokasi Sosial Terpadu ini menunjukkan komitmennya untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berkarakter mulia dan peduli terhadap sesama.
Kedepannya, akan menarik untuk melihat bagaimana program ini berkembang dan bagaimana dampaknya terhadap kehidupan masyarakat Kendari. Unit Suara Mahasiswa Universitas Mandala Waluya telah mengambil langkah berani untuk mengubah idealisme mahasiswa menjadi aksi konkret dan terukur. Semoga Program Advokasi Sosial Terpadu ini menjadi inspirasi bagi institusi pendidikan lain dan gerakan sosial mahasiswa di seluruh Indonesia.
—