Mahasiswa Universitas Mandala Waluya Raih Juara Kompetisi Inovasi Teknologi Nasional, Buktikan Komitmen Kampus terhadap Pengembangan Talenta Muda

KENDARI – Unit Suara Mahasiswa Universitas Mandala Waluya mencatat prestasi gemilang dalam ajang kompetisi tingkat nasional. Sebuah tim mahasiswa dari universitas yang terletak di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara ini berhasil meraih penghargaan Juara I dalam kategori Inovasi Teknologi Berkelanjutan pada Kompetisi Mahasiswa Nasional 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Selasa (02 April 2026).

Prestasi luar biasa ini membuktikan bahwa Universitas Mandala Waluya, meski berlokasi di wilayah timur Indonesia, tidak tertinggal dalam menghasilkan lulusan yang mampu bersaing di tingkat nasional. Keberhasilan ini menjadi momentum penting bagi institusi pendidikan tinggi swasta yang didirikan pada tahun 1998 untuk terus meningkatkan kualitas akademik dan mendorong inovasi di kalangan mahasiswanya.

Inovasi Sistem Pertanian Cerdas

Tim pemenang yang terdiri dari empat mahasiswa dari berbagai program studi berhasil mengembangkan sebuah sistem pertanian cerdas bernama “AgroConnect” yang menggabungkan teknologi Internet of Things (IoT), artificial intelligence, dan aplikasi mobile. Sistem ini dirancang khusus untuk membantu petani lokal meningkatkan produktivitas pertanian dengan monitoring real-time terhadap kondisi tanah, cuaca, dan ketersediaan air irigasi.

“Inovasi kami berangkat dari perhatian mendalam terhadap tantangan yang dihadapi petani di Indonesia, khususnya di wilayah timur seperti Sulawesi Tenggara. Kami melihat bahwa banyak petani yang masih menggunakan metode tradisional tanpa didukung data yang akurat,” ungkap Dwi Santoso, ketua tim sekaligus mahasiswa semester delapan Program Studi Teknik Informatika Universitas Mandala Waluya, dalam wawancara eksklusif dengan Unit Suara Mahasiswa pada Rabu (03 April 2026).

Teknologi yang dikembangkan tim ini telah melewati berbagai tahap ujian dan validasi. Dalam kompetisi nasional yang diikuti oleh lebih dari 250 tim dari berbagai universitas di Indonesia, AgroConnect dinilai paling inovatif dalam mengatasi tantangan pertanian berkelanjutan sambil mempertimbangkan aspek ekonomi dan lingkungan.

“Kami bangga karena juri menghargai tidak hanya aspek teknisnya, tetapi juga komitmen kami terhadap keberlanjutan dan dampak sosial yang dapat diberikan kepada masyarakat petani,” lanjut Dwi Santoso dengan antusiasme tinggi.

Tim yang dipimpin Dwi Santoso ini terdiri dari tiga anggota lainnya: Siti Nurhaliza dari Program Studi Agribisnis, Achmad Rizky dari Program Studi Sistem Informasi, dan Lisda Purnama dari Program Studi Desain Komunikasi Visual. Kombinasi keahlian multidisiplin inilah yang menjadi kekuatan utama dalam menghadirkan solusi holistik.

Perjalanan Menuju Penghargaan

Perjalanan menuju pencapaian ini dimulai sejak enam bulan lalu ketika tim ini mulai mengikuti berbagai kegiatan pendampingan yang diselenggarakan oleh Unit Suara Mahasiswa dan Pusat Inovasi Universitas Mandala Waluya. Mereka mengikuti workshop intensif tentang metodologi penelitian, pengembangan produk, dan presentasi yang efektif.

“Saat kami pertama kali mendaftarkan ide AgroConnect, sebenarnya kami tidak yakin apakah ide kami cukup matang untuk berkompetisi di tingkat nasional. Namun, dukungan dari dosen pembimbing dan tim penasehat di universitas memberikan kami kepercayaan diri untuk terus mengembangkan konsep tersebut,” cerita Siti Nurhaliza, anggota tim yang menangani aspek agribisnis.

Proses pengembangan AgroConnect melibatkan survei lapangan di beberapa desa di Kabupaten Kendari dan Kolaka untuk memahami langsung permasalahan yang dihadapi petani lokal. Tim melakukan wawancara mendalam dengan lebih dari 50 petani untuk memastikan bahwa solusi yang mereka tawarkan benar-benar relevan dan dapat diimplementasikan.

“Kami tidak hanya membuat teknologi yang canggih, tetapi teknologi yang mudah digunakan oleh petani yang mungkin tidak memiliki latar belakang teknologi yang kuat. Itulah mengapa kami menekankan aspek user interface yang sangat intuitif dan sederhana,” jelas Achmad Rizky, yang bertanggung jawab atas pengembangan aplikasi mobile AgroConnect.

Dukungan Institusional

Kesuksesan ini tidak terlepas dari dukungan penuh dari pimpinan Universitas Mandala Waluya. Rektor Universitas Mandala Waluya, Prof. Dr. Bambang Sutrisno, M.Si., memberikan apresiasi tinggi terhadap pencapaian mahasiswanya ini.

“Prestasi yang diraih oleh tim mahasiswa kami dalam kompetisi nasional ini adalah bukti nyata dari komitmen Universitas Mandala Waluya untuk mengembangkan ekosistem inovasi dan entrepreneurship di kampus. Kami percaya bahwa pendidikan tinggi bukan hanya tentang transfer pengetahuan, tetapi juga tentang memfasilitasi mahasiswa untuk menjadi problem solver yang dapat memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat,” ujar Prof. Bambang Sutrisno dalam keterangan resmi yang disampaikan pada Kamis (04 April 2026).

Rektor juga mengungkapkan bahwa prestasi ini akan menjadi inspirasi bagi mahasiswa-mahasiswa lain untuk terus berinovasi dan tidak takut untuk mengambil risiko dalam mengembangkan ide-ide kreatif mereka.

“Kami juga berkomitmen untuk memberikan dukungan finansial dan infrastruktur yang lebih baik kepada mahasiswa-mahasiswa yang ingin mengembangkan ide inovatif mereka menjadi sebuah produk atau layanan yang nyata. Tahun ini, kami akan menambah alokasi dana untuk Program Inkubasi Bisnis Mahasiswa hingga tiga kali lipat,” tambah Prof. Bambang Sutrisno.

Direktur Pusat Inovasi dan Pengembangan Usaha Universitas Mandala Waluya, Dr. Sungkowo, M.Tech., juga memberikan komentar yang positif tentang keberhasilan ini. Menurutnya, pencapaian tim AgroConnect menunjukkan bahwa universitas di daerah dapat menghasilkan inovasi yang berkualitas tinggi dan dapat berkompetisi dengan universitas-universitas besar di pusat.

“Apa yang membedakan tim ini adalah mereka tidak hanya fokus pada aspek teknologi, tetapi juga memikirkan bagaimana teknologi mereka dapat diterapkan secara praktis dan berkelanjutan di masyarakat. Mereka melakukan riset pasar yang mendalam, melibatkan stakeholder lokal, dan terus mengiterasikan produk mereka berdasarkan feedback dari pengguna potensial,” jelas Dr. Sungkowo.

Dampak dan Prospek Ke Depan

Kemenangan dalam kompetisi nasional ini membuka peluang baru bagi tim mahasiswa untuk mengembangkan AgroConnect lebih lanjut. Pihak penyelenggara kompetisi menjanjikan pendanaan hingga 200 juta rupiah untuk penelitian dan pengembangan lebih lanjut, plus akses ke network investor dan mentor berpengalaman.

Selain itu, beberapa petani lokal yang telah mencoba prototype AgroConnect sangat antusias dan berminat untuk menggunakan sistem ini dalam kegiatan pertanian mereka. Sebuah kelompok tani di Desa Sambuli, Kabupaten Kendari, sudah menandatangani kesepakatan untuk menjadi early adopter dari sistem ini dan akan membantu tim dalam mengumpulkan data lapangan untuk optimisasi berkelanjutan.

“Respon dari petani lokal sangat positif. Mereka melihat potensi AgroConnect untuk meningkatkan hasil panen mereka sambil mengurangi penggunaan air dan pupuk secara tidak perlu. Hal ini selaras dengan tujuan mereka untuk melakukan pertanian yang lebih berkelanjutan,” ungkap Lisda Purnama, yang juga memiliki background dalam desain dan komunikasi visual.

Tim juga telah menerima beberapa tawaran kerjasama dari perusahaan agritech nasional yang tertarik untuk mengkomersialisasi produk mereka. Namun, mereka masih fokus pada pengembangan produk dan belum membuat keputusan final tentang langkah bisnis yang akan diambil setelah menyelesaikan studi mereka.

Inspirasi bagi Mahasiswa Lain

Unit Suara Mahasiswa Universitas Mandala Waluya, sebagai lembaga yang mendukung pengembangan mahasiswa, merencanakan untuk menggelar serangkaian talk show dan workshop yang menghadirkan tim pemenang AgroConnect sebagai pembicara. Tujuannya adalah untuk menginspirasi mahasiswa-mahasiswa lain untuk mengembangkan ide-ide inovatif mereka.

“Kami ingin menunjukkan kepada mahasiswa lain bahwa ide hebat bisa berasal dari siapa saja, dari mana saja. Tidak perlu mahasiswa dari universitas top atau dari pusat kota. Yang penting adalah passion, kerja keras, dan kemauan untuk terus belajar dan berkembang,” kata Ketua Unit Suara Mahasiswa, Aditya Pratama, dalam wawancara dengan media lokal.

Prestasi ini juga diharapkan dapat meningkatkan reputasi Universitas Mandala Waluya di tingkat nasional dan internasional. Universitas telah mulai mencantumkan pencapaian ini dalam berbagai publikasi akademik dan promosi kampus.

Penutup

Pencapaian tim mahasiswa Universitas Mandala Waluya dalam Kompetisi Mahasiswa Nasional 2026 adalah sebuah bukti bahwa inovasi dan talenta tidak mengenal batasan geografis. Di tengah persaingan ketat dengan universitas-universitas ternama dari Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta, tim dari Kendari berhasil membuktikan bahwa mereka memiliki kemampuan untuk menghadirkan solusi inovatif yang tidak hanya canggih secara teknologi, tetapi juga bermakna secara sosial dan lingkungan.

Keberhasilan ini diharapkan menjadi awal dari serangkaian prestasi-prestasi lainnya dari Universitas Mandala Waluya, serta menjadi inspirasi bagi institusi pendidikan lainnya di wilayah timur Indonesia untuk terus mendorong inovasi dan pengembangan talenta muda. Dengan dukungan yang tepat dari universitas, pemerintah, dan industri, mahasiswa Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi problem solver dan change maker bagi masa depan bangsa yang lebih baik.

(Penulis adalah jurnalis kampus Unit Suara Mahasiswa Universitas Mandala Waluya)

More From Author

Unit Suara Mahasiswa Universitas Mandala Waluya Luncurkan Program Mentoring Akademik Terintegrasi untuk Tingkatkan Prestasi Belajar Mahasiswa

BEM dan Organisasi Mahasiswa Universitas Mandala Waluya Luncurkan Program Advokasi Sosial Terpadu Semester Genap 2025/2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Support Team


kampusbandung
kampusbanjar
kampusbatam
kampusbekasi
kampusbogor
kampuscirebon
kampusdepok
kampusjakarta
kampusmakassar
kampusmalang
kampusmedan
kampuspalembang
kampussemarang
kampusserang
kampussolo
kampussurabaya
kampussurakarta
kampustasikmalaya
kampusyogyakarta
negerikrpl
bandungzoo
tangkasjaya
vitamin33
ilmupolitikumw
teknikmesinumw
fakultaspeternakanumw
fakultasvokasiumw
fakultasfisipmandala
fakultaskeguruanumw
fakultassastraumw
fakultasarsitekturumw
fakultaskomputerumw
fakultasbiologiumw
fakultasfarmasiumw
fakultasekonomiumw
fakultasteknikumw
kehutananumw
administrasiumw
medikaumw
internasionalumw
cyberumw
elektromandala
farmasimandala
pendidikanmandala
kimiaumw
lpmuumw
statistikauumw
arsitekturumw
kedokteranumw
vokasiumw
sainsumw
pertanianumw
engineeringumw
lppmumw
analisumw
elektroumw
medisumw
pascaumw
prodisehatumw
cloudumw
arsipmandala
kepegawaianumw
puncakumw
unggulmandalawaluya
integritasumw
sinergiumw
mandiriumw
wawasanumw
mediatamaumw
infokampusumw
katalisumw
nukarangampel
smknukmpel
smknukrngpl
nahdlatulsmknu
smknkarangampel
smkkaranmpelnu
smknuampel
nusmkkarangampel
smknukrpl
karangampelnu
karangnusmk
abdimandalawaluya
aksesumw
aksimumandalawaluya
aktivisumw
alumniumwkendari
aspirasimandalawaluya
asramamandalawaluya
atletumw
bangunmandalawaluya
beritaumwkendari
bitmandalawaluya
cakrawalamandalawaluya
cendekiamandalawaluya
ceritamandalawaluya
citraumwkendari
cybermandalawaluya
daftarumwkendari
datamandalawaluya
dataumw
eventumw
exploreumw
globalmandalawaluya
hibahumw
hibahumwkendari
identitasmandalawaluya
ilmumandalawaluya
inovasimandalawaluya
inovasiumwkendari
jaringumwkendari
jejaringmandalawaluya
jemariumwkendari
kabarmandalawaluya
karirmandalawaluya
karyamandalawaluya
katalogumw
konselingumwkendari
kreatifmandalawaluya
layananumw
legalmandalawaluya
lpmmandala
mandalawaluyadigital
mandalawaluyahub
mediandalawaluya
mitramandalawaluya
mutumandalawaluya
narasimandalawaluya
ormawamandalawaluya
panduanumw
pelajarumw
penerbitmandalawaluya
portalmandalawaluya
prestaisumw
prodimandalawaluya
pustakamandalawaluya
pustakaumwkendari
ruangmandalawaluya
ruangumw
scimumw
sentramandalawaluya
sentraumw
servermandalawaluya
siberumwkendari
sinergimandalawaluya
smartumwkendari
studyumw
suaraumw
talentamandalawaluya
techumw
teknoumw
updateumw
virtualumw
visitumw
vokasiumwkendari
wifiumwkendari
homesmkkaplongan
sklkaplongan
kaplongansmk
smkkaplongan
smknu
helpdeskumw
mitraumw
prestasiumw
kolegiumumw
labumw
elearningumw
ejournalumw
galeriumw
repoumw
pmbumw
seminarumw
beasiswaumw
keuanganumw
citraumw
digilibmandala
elearningmandala
globalumw
insanumw
onlineumw
portalmandala
smartumw
sobatumw
analiskesehatanumw
asramauumwkendari
lpmuumwkendari
lppmumwkendari
manajemenmandala
pengabdianumw
beasiswauumw
biomandala
fibumw
fkumw
fpuumw
jurnalilmiahumw
labterpaduumw
lpmlmandala
pascasarjanaumw
pendidikumw
penelitianumw
perikananumw
pustakaumw
sosiologimandala
uptmandala
agroteknologiumw
bisnisdigitalumw
humaskampusumw
ilmupemerintahanumw
klinikkampusumw
perencanaanumw
saranaumw
teknikindustriumw
teknologipanganumw
pusatbahasaumw
doceumw
pblumw
ilmukelautanumw
karirmahasiswaumw
sisumw
informasibeasiswauumw
kampusumwkambu
kearsipanumw
kampusumwbaruga
sisteminformasiakadumw
kampusumwpoasia
ilmukomunikasiumw
giziubumw
agribisnismumw
tekniksipilmandalawaluya
teknikelektroumw
analiskesehatanmandalawaluya
laboratoriummandalawaluya
mabaumw
stafumw
beasiswamandala
kuliahumw
pelatihanmandala
pmbmandala
karirmandala
agendaumw
agroumw
akreditasiumw
alumnimandala
arsipumw
asetumw
asramaumw
auditumw
aulauwm
beritamandala
daftarmandala
dosenumw
e-journalmandala
edomumw
emailumw
fikesumw
himaumw
humasumw
infomandala
jurnalmandala
kabarmandala
kabarumw
kemahasiswaanmandala
kendariumw
kknumw
komunikasiumw
laboratoriumumw
legalumw
lmsumw
lpmumw
magangumw
mahasiswaumw
mapalaumw
mipaumw
mutuumw
perpusumw
ppgumw
pressumw
psikologiumw
pusatmandala
pusatumw
puskomumw
radioumw
rektoratumw
himaumw
sastraumw
sdmumw
sipegumw
sipilumw
sistermandala
ukmumw
uktumw
wismaumw
wisudaumw
yudisiumumw
bidanunimus
febunimus
fkmunimus
fkunimus
nersunimus
kampusmandala
lpsmumw
statistikumw